Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM DABURSEL Suksee Gelar Penalty Kick

Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak eu...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak euforia Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Gedung Gereja Protestan Maluku (GPM) Imanuel Waenono-Kamlanglale tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIT hingga selesai dan terbuka untuk umum.

Turnamen ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Lebih dari 200 peserta ambil bagian setelah pendaftaran dibuka selama satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Peserta yang ikut tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa, tetapi juga didominasi anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, yang turut meramaikan jalannya pertandingan.

Kehadiran para peserta muda tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola. Momentum ini juga menjadi bagian dari semarak Piala Dunia 2026 yang menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan di tengah masyarakat.

Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, saat membuka kegiatan mengatakan, Turnamen Penalty Kick menjadi wadah positif bagi generasi muda dan masyarakat untuk menyalurkan minat serta kecintaan terhadap olahraga sepak bola.

Menurut Tasidjawa, kegiatan tersebut tidak hanya mengejar aspek kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menanamkan nilai sportivitas kepada seluruh peserta.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi semangat fair play, menjaga persaudaraan, dan menjadikan olahraga sebagai sarana memperkuat kebersamaan. Terlebih anak-anak dan generasi muda dapat belajar tentang sportivitas serta nilai positif dalam berkompetisi,” ujar Tasidjawa.

Sementara itu, Koordinator Wilayah II Buru-Buru Selatan, Sami Latbual, memberikan apresiasi kepada Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut tepat di tengah berlangsungnya ajang sepak bola dunia.

Latbual menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan masyarakat melalui olahraga, sekaligus memperkuat hubungan antar pemuda dan warga.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana kebersamaan melalui olahraga,” katanya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat menjaga ketertiban, mengedepankan sportivitas, serta menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman positif bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pihak kepolisian turut memberikan dukungan dengan mengimbau peserta dan masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Setelah berlangsung selama dua hari, Turnamen Penalty Kick AMGPM Daerah Buru Selatan resmi ditutup oleh Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan, Pendeta Yohanis Pattinasarany.

Dalam sambutannya, Pattinasarany menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Besar AMGPM, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale, Pemerintah Desa Waenono, Pemerintah Desa Kamlanglale, Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting AMGPM Wilayah Cabang I Talitakumi, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dukungan dan kerja sama semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah membantu sehingga Turnamen Penalty Kick ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Pattinasarany.

Pada akhir kegiatan, panitia menetapkan tiga peserta terbaik sebagai juara I, II, dan III. Para pemenang menerima penghargaan berupa medali, piala, serta bonus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih dalam Turnamen Penalty Kick AMGPM Daerah Buru Selatan.

Turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi agenda positif yang terus memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan masyarakat Buru Selatan melalui olahraga. (MC)

Namrole – Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang I Talitakumi yang berlangsung di Ranting Ebenhaezer Waetina, Minggu (31/5/2026), berjalan sukses dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis bagi pelayanan organisasi pada tahun mendatang.

Kegiatan diawali dengan ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pendeta C. Marolly/R. sebagai bentuk penghayatan spiritual sebelum memasuki agenda persidangan. MPPC XII diikuti oleh utusan dari delapan ranting yang berada di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi, para pendeta se-cabang, serta pengurus AMGPM tingkat daerah.

Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa, dalam pidato pembukaannya menjelaskan bahwa pelaksanaan MPPC bertujuan untuk mengevaluasi program pelayanan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Pengurus Cabang Tahun 2025, sekaligus menetapkan program pelayanan dan APB Tahun 2026 serta berbagai keputusan strategis lainnya.

Menurut Tasidjawa, forum musyawarah tersebut bukanlah ruang untuk saling menghakimi, melainkan wadah evaluasi, pengembangan pelayanan, dan penguatan kaderisasi organisasi pemuda gereja.

“Melalui evaluasi yang dilakukan secara objektif dan matang, kita berharap kader AMGPM di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi tetap menjaga kebersamaan serta terus menjalankan panggilannya sebagai garam dan terang dunia,” ujarnya.

MPPC XII diselenggarakan dalam semangat tema pelayanan GPM, yakni “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM”, dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah.”

Sementara itu, Ketua Bidang II Pengurus Daerah AMGPM, Vence Titawael, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM di Kabupaten Buru Selatan pada tahun 2029 mendatang.

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif guna mendukung kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi kader AMGPM di masa depan.

Titawael juga mengingatkan pentingnya melanjutkan pembangunan gedung sekretariat Cabang I Talitakumi agar dapat segera diselesaikan dan diresmikan.

“Pembangunan gedung sekretariat cabang harus menjadi perhatian bersama karena akan menjadi pusat aktivitas organisasi dalam mendukung pelayanan ke depan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pendeta I. Aponno/S, selaku Ex Officio Wilayah Cabang I Talitakumi, berharap MPPC tidak hanya menjadi forum evaluasi dan pertanggungjawaban program kerja, tetapi juga mampu melahirkan keputusan-keputusan konstruktif yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan AMGPM.

Seluruh agenda persidangan berlangsung dengan lancar hingga penutupan yang dilakukan oleh Sekretaris Bidang V Pengurus Daerah AMGPM, Yanto Lemoso. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh keputusan, program kerja, dan rekomendasi yang telah disahkan dalam forum dapat dilaksanakan secara konsisten dengan dukungan seluruh elemen organisasi.

“Keberhasilan pelaksanaan program yang telah diputuskan dalam MPPC XII membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh potensi yang ada di delapan ranting maupun seluruh perangkat pelayanan di lingkup AMGPM Cabang I Talitakumi,” katanya.

MPPC XII AMGPM Cabang I Talitakumi turut dihadiri para pendeta serta pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan. Kegiatan ditutup dengan ibadah Perjamuan Kasih sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian persidangan dan dinamika musyawarah dalam semangat persaudaraan serta pelayanan bersama.

(MC)

Waekatin - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan terus memperkuat proses pengkaderan pemuda gereja melalui kegiatan Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD) yang berlangsung di Gedung Gereja Eirene Waekatin, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sukses itu dimulai sejak 23-25 Mei 2026 itu, dipusatkan di Ranting Eirene Waekatin Cabang VI Zaitun. 

Ketua Pelaksana PKJD Nelson Solissa mengatakan kegiatan tersebut diikuti enam ranting dari dua cabang, yakni Cabang IV Ora Et Labora dan Cabang VI Zaitun di wilayah pelayanan pegunungan dengan jumlah peserta sebanyak 108 orang.

“Peserta PKJD berasal dari enam ranting pada dua cabang di wilayah pelayanan pegunungan dengan total peserta sebanyak 108 orang. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung baik berkat dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, mengatakan PKJD merupakan bagian penting dalam membina pemuda gereja sebagai penerus nilai-nilai Injili di tengah perkembangan zaman.

“Pendidikan Kader Jenjang Dasar bertujuan membina pemuda gereja sebagai pewaris dan penerus nilai-nilai Injili agar memiliki ketahanan iman, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sosio ekonomi, sosio budaya, dan sosio politik untuk mewujudkan tanggung jawabnya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Tasidjawa.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan kapasitas kader AMGPM dibangun melalui tiga pilar utama, yakni pilar keorganisasian, pilar kegerejaan atau kekristenan, dan pilar sosial.

Menurutnya, PKJD bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader.

“PKJD adalah tempat pembentukan. Tempat dimana karakter, iman, disiplin, cara berpikir, dan jiwa kepemimpinan seorang kader AMGPM dibentuk", ungkapnya. 

Ia menilai perkembangan teknologi, media sosial, dan perubahan sosial yang begitu cepat menjadi tantangan besar bagi generasi muda gereja saat ini.

“Hari ini dunia berubah begitu cepat. Perkembangan teknologi, media sosial, pergaulan, bahkan cara orang berpikir terus bergerak. Karena itu AMGPM membutuhkan kader-kader yang kuat iman, kuat mental, kuat pengetahuan, dan memiliki hati melayani,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima paparan 16 materi PKJD yang diharapkan dapat dipahami dan dipraktikkan dalam tugas pelayanan di masing-masing jenjang pelayanan.

Harapannya melalui kegiatan ini akan lahir kader-kader militan yang terus memberi rasa dan membawa terang kasih Kristus di setiap lingkungan mereka ada. 

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan  serius dan penuh tanggung jawab.

“Jangan datang hanya untuk memenuhi syarat organisasi, tetapi datanglah dengan kerinduan untuk bertumbuh dan dipakai sebagai alat oleh Tuhan. Dengarkan para fasilitator, hormati setiap proses, bangun kebersamaan, dan tunjukkan bahwa kader AMGPM adalah kader yang punya kualitas,” tegasnya.

Kegiatan PKJD tersebut merupakan salah satu keputusan Konferda XIII AMGPM Buru Selatan pada Program Bidang I Organisasi, termasuk Pelatihan Jurnalistik pada Bidang IV Pekabaran Injil dan Komunikasi.

Selain penyampaian materi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam pagi dan malam inisiasi bagi para peserta PKJD.

Menutup rangkaian kegiatan, Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan turut menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pekerja Klasis GPM Buru Selatan, Majelis Jemaat Waekatin, serta Majelis Jemaat di kedua Cabang, panitia pelaksana, Pengurus Cabang IV Ora Et Labora, Pengurus Cabang VI Zaitun, Pengurus Ranting dan warga jemaat Waekatin, para pembina dan senioritas AMGPM serta semua pihak yang turut memberi dukungan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Klasis GPM Buru Selatan Pendeta. Wendhel F. Lesbassa, Fasilitator Roby Tasidjawa, Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan Pendeta Y. Pattinasarany, Bendahara Daerah Dolvina Luturmas, serta fungsionaris Pengurus Daerah. 

“Selamat belajar. Jadilah kader yang takut akan Tuhan, kuat dalam pelayanan, dan berguna bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Ingatlah moto kita "Kamu adalah Garam dan Terang Dunia," tutupnya. (MC) 

Namrole - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet resmi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Ranting Nouthesya Grahwaen. Kegiatan tersebut menjadi forum penting organisasi dalam melakukan evaluasi pelayanan, konsolidasi organisasi, serta menetapkan arah program pelayanan untuk satu tahun pelayanan ke depan.

MPPC XV diikuti sebanyak 69 peserta yang terdiri dari 33 peserta biasa dan 36 peserta luar biasa dari delegasi enam ranting di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet. Agenda persidangan tersebut turut dihadiri unsur ex officio, para pembina ranting, serta pembina cabang di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet.

Turut hadir mendampingi Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan di antaranya Ketua Bidang I, Akoris Biloro, Ketua Bidang V, Temon Hukunala, serta Sekretaris Bidang I, Abraham Hukunala.

Pembukaan sidang dilakukan oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pendeta. Yohanis Pattinasarany. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa MPPC merupakan amanat konstitusi organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 17 sebagai lembaga legislatif tingkat cabang.

“MPPC memiliki tugas dan wewenang untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan, anggaran pendapatan dan belanja organisasi, serta menetapkan program pelayanan dan kebijakan organisasi untuk tahun pelayanan yang baru,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa forum MPPC tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi ruang evaluasi yang objektif, ruang komunikasi yang sehat, serta ruang pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan pelayanan dan masa depan organisasi.

“Seluruh peserta sidang diharapkan mengikuti proses persidangan dengan menjunjung tinggi etika organisasi, semangat persaudaraan, dan penghormatan terhadap mekanisme konstitusi AMGPM,” katanya.

Dalam forum tersebut, Pengurus Daerah juga mendorong agar program-program pelayanan yang ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan cabang dan ranting, disusun secara realistis, terukur, serta menyentuh kebutuhan kader dan jemaat.

“Perhatian terhadap pendidikan kader perlu terus ditingkatkan agar lahir kader AMGPM yang memahami konstitusi organisasi, nilai-nilai gereja, serta tanggung jawab pelayanan,” lanjutnya.

Selain itu, pengembangan ekonomi kader juga menjadi perhatian bersama melalui pengelolaan kebun cabang dan kebun ranting sebagai bentuk pemberdayaan kader dan penguatan kemandirian organisasi.

“Cabang dan ranting perlu mulai memikirkan langkah-langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi,” tambahnya.

Momentum MPPC XV juga dimaknai sebagai ruang konsolidasi organisasi, baik antara cabang dan ranting maupun secara internal Pengurus Cabang, termasuk dalam menghadapi dinamika organisasi dan proses Pergantian Antar Waktu atau PAW.

Pengurus Daerah turut menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan gereja, pemerintah, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pelayanan organisasi pemuda gereja.

“Gereja harus tetap menjadi mitra utama dalam seluruh gerak pelayanan organisasi AMGPM,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pengurus Daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada AMGPM Ranting Nouthesya selaku tuan rumah yang telah menerima dan melayani seluruh peserta dengan semangat pelayanan dan kebersamaan.

Dengan berlandaskan semangat pelayanan AMGPM serta tuntunan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Organisasi, Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet dapat berjalan aman dan tertib. (MC)

Buru Selatan
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan secara terpusat mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 AMGPM yang berlangsung di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi Jemata GPM Labuang, Jumat (6/3/2026). Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan bagi seluruh kader untuk memperkuat iman, pelayanan, serta peran sosial di tengah masyarakat.

Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, dalam pidatonya menegaskan bahwa perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 93 tahun merupakan momentum penting menuju satu abad pengabdian AMGPM.

Ia menyampaikan bahwa gereja, pemerintah, dan pemuda memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah.

“Kesatuan ini penting, di mana gereja membina iman, pemerintah menghadirkan kebijakan serta arah pembangunan, dan pemuda menjadi agen perubahan,” ujar Tasidjawa.

Mengusung tema “Ziarah Profetik AMGPM Menuju Seratus Tahun: Tekun Melayani Sesuai Kehendak Tuhan”, ia menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi arah gerak organisasi untuk terus berjalan dalam kesadaran panggilan Tuhan, disertai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.

Menurutnya, menuju usia satu abad AMGPM, tantangan utama adalah memastikan seluruh Cabang dan Ranting ranting tetap aktif serta kader terus bertumbuh dalam iman dan karakter.

“Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu berbuat baik. Itu berarti kita harus tetap tekun melayani meski dalam keterbatasan bahkan di tengah tantangan zaman,” katanya.

Pencanangan HUT ke-93 AMGPM di Buru Selatan dilaksanakan secara serentak di 38 ranting dan 8 cabang di seluruh wilayah pelayanan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat.

Tasidjawa juga mengajak seluruh kader untuk menjaga solidaritas dan toleransi, terlebih karena rangkaian kegiatan berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kita harus merawat persaudaraan lintas iman dan menciptakan suasana harmonis sebagai kekuatan dalam membangun kebersamaan hidup Kai Wait di Buru Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa AMGPM siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang beriman, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, Koordinator Wilayah AMGPM Buru–Buru Selatan, Sami Latbual, menegaskan bahwa pencanangan HUT AMGPM harus dimaknai sebagai momentum syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan organisasi.

Menurutnya, AMGPM memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai organisasi pemuda gereja sekaligus organisasi kepemudaan yang memiliki tanggung jawab sosial lebih luas.

“AMGPM harus memainkan peran strategis, baik untuk kemajuan gereja maupun dalam mendukung kebijakan pemerintah di setiap tingkatan,” jelas Latbual.

Ia juga mengingatkan para kader agar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari sesuai motto AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia.”

“Jika kita dipercaya menjadi guru, maka mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika menjadi birokrat, bekerjalah dengan disiplin dan loyalitas. Itulah bentuk pelayanan kita,” tegasnya.

Latbual juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah serta bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak memicu konflik yang merugikan organisasi maupun daerah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Buru Selatan akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM pada 2029 mendatang, sehingga seluruh kader diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

“Kegiatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama AMGPM Buru Selatan, tetapi juga wajah pemerintah daerah di mata Maluku dan Maluku Utara,” tandasnya.

Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Wendel Lesbassa, menilai momentum pencanangan HUT AMGPM menjadi ruang penting untuk memperkuat relasi kemanusiaan dan spiritualitas di tengah keberagaman masyarakat. 

Ia menyebutkan bahwa perayaan ini berlangsung dalam suasana religius yang beriringan dengan ibadah Ramadan bagi umat Muslim serta masa Minggu Sengsara bagi umat Kristen.

“Di sinilah kita dipertemukan dalam kesetaraan sebagai manusia. Relasi kita dengan Tuhan selalu diwujudkan dalam relasi kemanusiaan,” ujarnya.

Lesbassa juga menegaskan bahwa AMGPM sebagai organisasi kader berperan penting dalam menggerakkan potensi generasi muda gereja yang berusia 17 hingga 45 tahun.

"Untuk itu usia produktif ini harus di manfaatkan untuk pelayanan dan ikut terlibat aktif dalam arah pembangunan daerah," pungkasnya. 

Ditempat yang sama, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan HUT AMGPM secara serentak di seluruh wilayah Buru Selatan.

Menurutnya, perjalanan 93 tahun AMGPM merupakan bukti komitmen organisasi dalam membina generasi muda dan berkontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Tema yang diusung tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan organisasi harus memiliki arah dan komitmen untuk melayani serta memberi manfaat bagi sesama,” kata La Hamidi.

Ia juga menilai berbagai kegiatan yang dilakukan AMGPM, seperti olahraga, aksi bersih lingkungan, hingga kegiatan sosial, menunjukkan kehadiran organisasi ini di tengah masyarakat.

Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di Buru Selatan, terlebih kegiatan AMGPM berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.

“Buru Selatan dibangun atas nilai kebersamaan dan persaudaraan. Nilai itu harus terus kita jaga bersama agar pembangunan daerah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang AMGPM sebagai mitra strategis dalam membina sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat.

"AMGPM adalah mitra Pemda dalam berbagai segi, " tutupnya. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencanangan, AMGPM juga menyalurkan bingkisan sembako kepada para janda dan duda, yang ada di AMGPM Ranting Ebraun, Ranting Muan Modan, dan Ranting Tolot Lea.

Pencanangan perayaan HUT ke-93 ditandai dengan pengibaran bendera organisasi oleh Bupati, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan di masing-masing Cabang maupun Ranting, yang diawali jalan santai dan senam bersama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial AMGPM sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus hadir ditengah lingkungannya.

Dengan semangat menuju satu abad pengabdian, seluruh kader AMGPM Buru Selatan diharapkan semakin solid, militan, dan konsisten dalam menjalankan panggilan pelayanan bagi Gereja, Masyarakat, dan Daerah. 

Pencanangan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pdt. Y Pattinasarani bersama para pengurus daerah, sejumlah Pendeta, Pengurus Cabang I Talitakumi, pengurus dan anggota ranting AMGPM Muan Modan, AMGPM Ranting Tolot Lea serta AMGPM Ranting Ebraun.(MC)

Leksula – Dalam suasana ibadah yang khusyuk dan penuh perenungan iman, Konferensi Daerah (Konferda) XIII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan resmi digelar di Gedung Gereja GPM Leksula, Minggu (18/1/2026). Agenda lima tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh utusan 8 cabang dan 36 ranting AMGPM se-Kabupaten Buru Selatan.

Pembukaan Konferda XIII dilaksanakan dalam ibadah Minggu sebagai wujud pengakuan bahwa seluruh proses persidangan dan pengambilan keputusan organisasi diserahkan sepenuhnya dalam tuntunan Tuhan. Hadir dalam ibadah pembukaan tersebut Pengurus Besar AMGPM, pimpinan gereja, unsur Pemerintah Daerah, tokoh adat, serta seluruh kader AMGPM. Konferda XIII mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM.”

Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM, Melkianus Sairdekut, dalam arahannya menegaskan bahwa Konferda bukan sekadar forum organisasi, melainkan sidang gerejawi yang harus dijalani dengan kerendahan hati, doa, dan semangat persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa AMGPM baru saja menyelesaikan Kongres Nasional pada Oktober 2025 dan kini memasuki fase konsolidasi pelayanan di tingkat daerah.

“Di dalam gereja tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Karena itu, jangan ada yang merasa menang dan jangan ada yang merasa kalah. Yang menang harus merangkul, dan yang belum terpilih harus berbesar hati. Semua dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan dan kesaksian gereja,” tegas Sairdekut.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena dua kader terbaik asal Buru Selatan, Dominggus Seleky dan Sami Latbual, dipercaya masuk dalam struktur Pengurus Besar AMGPM, sebagai bukti bahwa daerah ini memiliki sumber daya pemuda gereja yang berkualitas dan siap melayani di tingkat yang lebih luas.

Sairdekut mengajak seluruh peserta Konferda untuk terus berdoa dan membuka hati agar Roh Kudus menuntun setiap proses pemilihan pemimpin AMGPM Daerah Buru Selatan yang takut akan Tuhan, berintegritas, dan rela melayani dengan kasih.

Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Dominggus Seleky, dalam pidatonya menyampaikan bahwa Konferda XIII merupakan momentum evaluasi dan pembaruan panggilan pelayanan AMGPM. Ia menjelaskan bahwa Konferda akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, menetapkan garis besar program kerja 2025–2030, menyusun rencana anggaran, serta memilih dan menetapkan pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan periode lima tahun ke depan.

“Konferda ini adalah ruang pembinaan iman dan kepemimpinan, agar AMGPM tetap setia pada panggilan gereja dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang melayani dengan hati,” ujarnya.

Dukungan dan harapan juga disampaikan oleh Bupati Buru Selatan La Hamidi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily. Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada AMGPM sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembinaan generasi muda Kristen.

"AMGPM dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia, hadir sebagai agen perdamaian, penjaga persatuan, serta pelopor toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” demikian pesan Bupati.

Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. Wendel Lesbassa, menegaskan bahwa AMGPM merupakan satu-satunya organisasi kader Gereja Protestan Maluku yang harus menjadi laboratorium iman dan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa ukuran kebesaran seorang kader bukanlah jabatan, melainkan kesetiaan dalam melayani Tuhan dan sesama.

“Gereja membutuhkan kader yang berakar dalam iman, berkarakter Kristiani, dan siap mengabdi bagi gereja dan masyarakat. AMGPM harus menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin yang takut akan Tuhan,” tandasnya.

Dalam Konferda XIII ini, melalui proses persidangan yang berlangsung dalam doa dan hikmat, Erens J. Tasidjawa terpilih sebagai Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, dan Pdt. Johanis Pattinasarani sebagai Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan Periode 2025–2030.

Konferda XIII AMGPM Daerah Buru Selatan diharapkan menjadi momentum pembaruan rohani dan organisatoris, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan sungguh-sungguh membawa berkat bagi gereja, umat, dan seluruh masyarakat Buru Selatan, demi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus. ✝️

Namrole – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Dabursel) menggelar Perayaan Natal Kristus Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan sukacita di Gedung Gereja Jemaat Kilometer 9 Ratawano, Jumat (19/12/2025).


Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Kita dan bagi Semua”, yang menegaskan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber kasih, persatuan, dan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia tanpa sekat.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Felya Tomasoa dengan pembacaan Alkitab dari Injil Lukas 2:1–7. Dalam khotbahnya, Pdt. Felya menekankan pentingnya kerendahan hati dalam memaknai Natal. Ia mengingatkan bahwa Yesus Kristus lahir dalam kesederhanaan, namun membawa terang keselamatan dan pengharapan bagi dunia.


Ketua Daerah AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky, dalam pesan Natalnya mengajak seluruh kader dan umat untuk menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan anugerah-Nya sehingga perayaan Natal dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh sukacita.

Menurutnya, Natal tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi iman dan tanggung jawab sosial. Damai sejahtera Kristus, kata dia, bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi wujud kasih Allah yang mempersatukan manusia dalam cinta, pengampunan, dan solidaritas.


“Makna Natal harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelayanan gereja, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun dalam dinamika organisasi AMGPM. Orang muda Kristen dipanggil untuk menjadi pembawa damai, membangun relasi yang sehat, dan menciptakan budaya hidup yang positif,” ujar Seleky.


Ia juga menyinggung berbagai tantangan zaman yang dihadapi orang muda, mulai dari perkembangan teknologi, kompleksitas sosial, hingga dinamika pembangunan wilayah. Dalam konteks tersebut, AMGPM diharapkan hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu membangun persaudaraan lintas ranting, lintas cabang, bahkan lintas iman.


Menjelang Tahun Baru 2026, Dominggus mengajak seluruh kader AMGPM dan umat Kristen untuk bersama-sama menjaga suasana aman, tertib, dan damai, tidak hanya bagi internal gereja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang majemuk di Kabupaten Buru Selatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Rence Lesnussa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Natal AMGPM Dabursel berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AMGPM serta keputusan organisasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa tujuan perayaan Natal ini adalah untuk mensyukuri kasih Tuhan Yesus Kristus sekaligus mempererat persekutuan dan kesaksian orang muda gereja.


“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan,” kata Lesnussa.

Perayaan Natal semakin semarak dengan penampilan puji-pujian dari Vokal Grup AMGPM Ranting Muan Modan, Ranting Tolot Lea, Ranting Waenono Kamlanglale, dan AMGPM Ranting Ebraun. Selain itu, Natal AMGPM Dabursel juga diwarnai dengan pembagian bingkisan Natal kepada masyarakat Jemaat Kilometer 9 Ratawano, serta penyerahan bingkisan Natal untuk mendukung pembangunan Pastori Ratawano dan Waezoar sebagai wujud nyata “Titian Kasih” AMGPM.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis Buru Selatan, KMJ Waetena, Pendeta Kilometer 9 Pdt. Jems Latuwael, pengurus dan senior AMGPM Dabursel, para pendeta gereja sahabat, perwakilan Pemerintah Desa Waenono, seluruh pengurus dan anggota AMGPM dari berbagai ranting, serta masyarakat setempat.


Perayaan Natal AMGPM Dabursel Tahun 2025 menjadi momentum iman dan persaudaraan yang meneguhkan komitmen orang muda gereja untuk terus menghadirkan damai sejahtera Kristus di tengah gereja, masyarakat, dan bangsa. (MC)

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...